Muhammadiyah Bakal Luncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal
Cholis Anwar
Selasa, 24 Juni 2025 11:47:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Muhammadiyah akan segera meluncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai upaya membangun satu sistem kalender Hijriah yang bersifat global, ilmiah, dan seragam.
Inisiatif ini diharapkan dapat digunakan umat Islam di seluruh dunia secara serentak, menyelaraskan waktu ibadah dan kehidupan.
”Sebagai agama universal, Islam memerlukan sistem waktu yang juga universal, yang mampu menjadi patokan bagi umat untuk mengatur waktu ibadah dan kehidupan secara sinkron,” ujar Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhammad Rofiq Muzakkir, dikutip dari Antara, Selasa (24/6/2025).
Menurut Rofiq, peluncuran KHGT ini juga merupakan langkah memutakhirkan sistem kalender Hijriah sebagai khazanah penting peradaban Islam dalam konteks kehidupan masyarakat Muslim yang kian mengglobal.
”Sehingga langkah ini dapat menjadi upaya untuk memecahkan persoalan tentang standardisasi waktu, akurasi penanggalan, dan integrasi global kaum Muslim dalam melaksanakan kegiatan keagamaan,” tambahnya.
Acara peluncuran KHGT akan berlangsung di Convention Hall Kampus Universitas 'Aisyiyah (UNISA), Yogyakarta, pada Rabu (25/6/2025).
Kegiatan ini akan diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional maupun internasional.
Muhammadiyah menyadari adopsi kalender bertaraf global ini tidak terlepas dari tantangan besar, terutama perbedaan tradisi, sensitivitas budaya, serta kebiasaan lokal di berbagai negara.
Oleh karena itu, pendekatan melalui edukasi, sosialisasi, dan dialog antarumat menjadi jembatan penting dalam menyukseskan penerimaan KHGT di masa depan.



