Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kanwil DJBC Kalbagbar) berhasil mengamankan 21 ton bawang bombai ilegal di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Kalbagbar, Beni Novri mengatakan, penindakan ini dilakukan berdasarkan pengembangan informasi intelijen.

”Informasi mengindikasikan adanya kendaraan yang mengangkut bawang bombai asal luar negeri tanpa dokumen kepabeanan yang sah dan akan diberangkatkan menuju Pulau Jawa,” kata Beni dikutip dari Antara, Selasa (1/7/2025).

Pihaknya menerima informasi pada Minggu (29/6/2025) mengenai truk yang membawa muatan bawang bombai tanpa dokumen resmi, dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Setelah dilakukan pengecekan, petugas menemukan satu unit truk fuso yang mengangkut bawang ilegal tersebut.

Setelah pemeriksaan menyeluruh, petugas menemukan 1.050 karung bawang bombai dengan total berat mencapai 21 ton. Bawang tersebut berlabel ”Premium New Zealand Grown Onions”, yang diduga kuat berasal dari luar negeri.

”Pelanggaran ini termasuk dalam Pasal 104 huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan,” tegas Beni.

Sebagai langkah lanjutan, satu unit truk fuso beserta pengemudinya telah diamankan ke kantor Kanwil Bea Cukai Kalbagbar untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler