Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dan Yayasan Kapita Selekta Mohammad Natsir akan memproduksi sebuah film yang mengisahkan perjalanan hidup Mohammad Natsir.
Ketua Umum DDII, Adian Husaini mengtaakan, film ini akan diproduksi oleh Erick Yusuf, seorang dai kreatif, pimpinan pesantren, dan seniman.
Mohammad Natsir, yang bergelar Datuk Sinaro Panjang, adalah pahlawan nasional kelahiran Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Ia dikenal sebagai negarawan, ulama, pendidik, dan jurnalis.
Ketokohan Natsir tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global. Ia menerima berbagai penghargaan internasional, termasuk Grand Gordon Star dari Raja Tunisia; King Faisal International Prize dari Kerajaan Arab Saudi.
Selain itu, Natsir juga mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Islam Lebanon; gelar kehormatan dalam bidang sastra dari Universitas Kebangsaan Malaysia, dan gelar kehormatan dalam bidang pemikiran Islam dari Universitas Sains Malaysia.
Jasa terbesar Mohammad Natsir bagi bangsa adalah ketika ia memimpin Fraksi Partai Masyumi dan berpidato di Parlemen Republik Indonesia Serikat (RIS) pada 3 April 1950.
Saat itu, ia mengajukan mosi integral yang bertujuan mengembalikan RI dari bentuk RIS menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pemikiran Mohammad Natsir...
- 1
- 2



