Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kediri – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulai audit bangunan di Pondok Pesantren atau Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur. Hal ini sebagai tindak lanjut atas instruksi pemerintah menyusul insiden runtuhnya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo.
Pengecekan ini bertujuan memastikan konstruksi gedung santri aman dan laik fungsi.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana mengatakan, tim ahli telah diterjunkan untuk mengaudit bangunan di Lirboyo mulai Rabu (8/10/2025) hingga Sabtu (11/10/2025). Audit mencakup bangunan yang sudah berdiri maupun yang masih dalam tahap konstruksi.
”Kami menindaklanjuti atas runtuhnya bangunan pondok di Sidoarjo, sehingga kami diinstruksikan audit ke bangunan,” kata Dewi dikutip dari Antara, Jumat (10/10/2025).
Dalam pengecekan di Lirboyo, tim ahli menyoroti dua aspek utama, yakni usia bangunan dan jumlah santri yang sangat besar. Di Ponpes Lirboyo yang menampung sekitar 50.000 santri, terdapat bangunan yang usianya mencapai 100 hingga 200 tahun.
Dari hasil audit awal, Dewi Chomistriana menyebut perencanaan bangunan di Lirboyo sudah cukup baik. Namun, ada beberapa rekomendasi penguatan yang harus segera dilakukan, terutama untuk memperkuat dinding.
”Kami sudah berikan sedikit rekomendasi ke tukang yang sedang bekerja dan santri yang menjadi pengawas. Mudah-mudahan bisa meningkatkan kualitas dari pekerjaan selanjutnya,” ujarnya.
Kementerian PU berencana bersinergi dengan pemerintah daerah setempat melalui perwakilan dan balai di setiap provinsi untuk memperkuat pengawasan konstruksi di lebih dari 42 ribu pondok pesantren yang ada di Indonesia.
Pengaruh...
Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri, KH Oing Abdul Muid (Gus Muid), mengapresiasi kunjungan Kementerian PU tersebut.
Ia menjelaskan, pesantren saat ini sedang melaksanakan proyek pembangunan gedung madrasah dan penginapan yang melibatkan tukang profesional.
Mengenai keterlibatan santri dalam proses pembangunan, Gus Muid menegaskan pekerjaan utama tetap dilakukan oleh tukang profesional.
Santri hanya membantu sebatasnya, terutama bagi santri yang menjelang tamat, sebagai bentuk mencari keberkahan sebelum kembali ke kampung halaman.



