Pabrik Pupuk Milik Negara yang Mati, Bakal Dihidupkan Lagi
Cholis Anwar
Jumat, 17 Oktober 2025 15:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Menteri Pertanian atau Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan kesiapan Kementan untuk menindaklanjuti instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait revitalisasi atau menghidupkan kembali pabrik-pabrik pupuk milik negara.
Langkah ini disebut menjadi kunci untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
”Kami siap menindaklanjuti Instruksi Presiden dengan langkah konkret di lapangan,” kata Mentan dikutip dari Antara, Jumat (17/10/2025).
Amran menekankan, revitalisasi pabrik pupuk akan didorong agar proses produksi berjalan lebih efisien, pasokan lebih stabil, dan harga menjadi lebih terjangkau bagi para petani.
”Kami siap melaksanakan arahan Presiden Prabowo. Revitalisasi pabrik pupuk akan kami dorong agar produksi lebih efisien, pasokan lebih stabil dan harga lebih terjangkau bagi petani. Ini sejalan dengan semangat besar pemerintah untuk mencapai swasembada pangan,” tegas Mentan.
Instruksi Presiden Prabowo ini disampaikan dalam rapat terbatas di kediamannya. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan, arahan tersebut bertujuan agar perbaikan sistem produksi dan distribusi pupuk nasional dapat menjamin ketersediaan pupuk.
Sebagai langkah awal menghadapi musim tanam Oktober 2025 hingga Maret 2026, PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 1,2 juta ton, atau 259 persen di atas ketentuan minimum stok.
Selain itu, 480 ribu ton pupuk non-subsidi juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan petani. Kementan optimistis langkah revitalisasi ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sektor pertanian.



