Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI ke-2 Soeharto oleh Presiden Prabowo Subianto, mendapatkan penolakan keras dari berbagai kalangan, terutama para aktivis reformasi.

Sementara pada hari ini, Senin (10/11/2025) Presiden Prabowo bersikukuh mengumumkan 10 nama pahlawan nasional, termasuk didalamnya ada nama Soeharto.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan alasan utama Presiden Prabowo menetapkan Soeharto sebagai Pahlawan nasional.

”Sekali lagi, sebagaimana kemarin juga kami sampaikan, itu kan bagian dari bagaimana kita menghormati para pendahulu, terutama para pemimpin kita, yang apapun sudah pasti memiliki jasa yang luar biasa terhadap bangsa dan negara,” kata Prasetyo dikutip dari Antara.

Prasetyo Hadi menjelaskan, penetapan sepuluh nama tokoh yang akan menerima gelar Pahlawan Nasional, termasuk Soeharto, merupakan hasil dari proses komunikasi dan masukan yang luas.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah menerima masukan dari petinggi di Parlemen, termasuk Ketua MPR Ahmad Muzani dan Wakil Ketua DPR.

”Tadi juga kemudian bapak presiden mendapat masukan dari Ketua MPR, kemudian dari Wakil Ketua DPR. Karena memang cara bekerja beliau menugaskan beberapa untuk berkomunikasi dengan para tokoh, mendapatkan masukan dari berbagai pihak sehingga diharapkan apa yang nanti diputuskan oleh bapak presiden, oleh pemerintah itu, sudah melalui berbagai masukan,” jelas Prasetyo.

Meski demikian, Mensesneg belum membeberkan secara rinci sembilan nama tokoh lain yang akan dianugerahi gelar kehormatan pada upacara Hari Pahlawan 10 November ini.

Diketahui, usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto bukanlah hal baru. Pemerintah sebelumnya sudah beberapa kali mengusulkan nama Presiden Soeharto, yakni pada tahun 2010 dan 2015, namun saat itu selalu menuai pro dan kontra.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler