Polisi Kerahkan 1.895 Personel Kawal Pengesahan RUU KUHAP
Cholis Anwar
Selasa, 18 November 2025 10:22:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 1.895 personel gabungan untuk mengamankan pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) di Gedung DPR.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, fokus pengamanan adalah memastikan seluruh proses penyampaian pendapat dan sidang legislatif berjalan aman dan tertib.
”Kami ingin seluruh proses berjalan aman, tertib, dan saling menghormati,” kata Susatyo di Jakarta, Selasa (18/11/2025) dikutip dari Antara.
Personel gabungan yang dikerahkan berasal dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Susatyo menyebutkan ada tiga fokus utama pengamanan pada hari ini. Pertama di Gambir, melibatkan aksi dari Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dan beberapa elemen massa lainnya.
Kemudian pengamanan difokuskan di Gedung DPR/MPR untuk pengesahan RUU KUHAP dan RUU Perkoperasian.
Lalu aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Mahkamah Konstitusi, bertempat di Gedung Mahkamah Konstitusi.
Kapolres menekankan, seluruh personel di lapangan hadir untuk melayani para pengunjuk rasa secara humanis dan profesional.
”Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan pendapatnya dengan humanis dan profesional. Seluruh personel di lapangan tidak dibekali senjata api,” ujar Susatyo.



