Korban Banjir Tak Dapat Bantuan, Tujuh Minimarket di Sibolga Dijarah
Cholis Anwar
Senin, 1 Desember 2025 15:01:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Sibolaga – Sebanyak tujuh minimarket di Kabupaten Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) dijarah warga usai terjadi bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut.
Penjarahan yang terjadi pada Sabtu (29/11/2025) itu menyasar Indomaret di Jalan Singamaraja depan SPBU Kebun Jambu, Jalan Suprapto, dan Jalan Sibolga-Barus, serta Alfamidi dan Alfamart di Jalan Singamaraja, Jalan Imam Bonjol, Jalan Suprapto, dan Jalan Merpati.
Kini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sibolga mengamankan 16 orang terduga pelaku penjarahan tersebut.
Para terduga pelaku ini adalah korban terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera, yang diduga melakukan aksi tersebut karena mengalami krisis pangan.
”Benar, ada 16 orang diamankan Polres Sibolga terkait dugaan penjarahan,” kata Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani Tampubolon, dikutip dari Liputan6.com, Senin (1/12/2025).
Para terduga pelaku yang diamankan, dengan inisial mulai dari S, SS, AZ, hingga BNH, mayoritas berusia muda.
Insiden penjarahan minimarket yang sempat viral di media sosial ini diduga merupakan buntut dari krisis pangan dan distribusi bantuan logistik yang didapat masyarakat terdampak bencana tidak merata sejak 24 hingga 29 November 2025.
Wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga merupakan lokasi dengan dampak bencana besar, memaksa banyak warga meninggalkan rumah dan mengungsi.
Insiden penjarahan...
- 1
- 2



