KAI Semarang Catat 941 Wisman Naik Kereta Jarak Jauh dari Blora
Cholis Anwar
Senin, 15 Desember 2025 13:06:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Blora – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mencatat peningkatan signifikan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sepanjang Januari hingga November 2025, tercatat sebanyak 941 wisman menggunakan kereta dari empat stasiun di Blora.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang mencatat 879 wisman.
”Peningkatan tersebut menunjukkan kereta api semakin menjadi pilihan utama wisatawan asing yang menginginkan moda transportasi yang aman, nyaman, serta mampu menghadirkan pengalaman perjalanan lokal yang autentik,” kata Luqman dikutip dari Antara, Senin (15/12/2025).
Luqman Arif menjelaskan, data tersebut dihimpun dari empat stasiun di Kabupaten Blora yang menjadi titik keberangkatan para turis asing, yakni Stasiun Cepu mencatat keberangkatan tertinggi, yakni sebanyak 772 penumpang.
Kemudian Stasiun Randublatung mencatat 153 penumpang, Stasiun Wadu dan Stasiun Doplang masing-masing mencatat delapan penumpang.
Menurut Luqman, meningkatnya minat wisman menggunakan kereta api memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat sekitar. Hal ini turut menggerakkan perekonomian lokal dan membuka peluang bagi pelaku UMKM di sekitar stasiun.
”Kereta api menghadirkan pengalaman perjalanan yang hangat dan inklusif, sehingga wisatawan merasa lebih dekat dengan budaya Indonesia,” tambahnya.



