Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Mulai tahun 2026 ini, Perum Bulog akan mengalihkan sistem pembayaran gabah dari tunai menjadi nontunai atau menggunakan uang digital.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem transaksi yang lebih aman, transparan, dan efisien bagi para petani di seluruh Indonesia.

Salah satu alasan utama di balik transisi ini adalah faktor keamanan. Rizal menyoroti risiko besar yang dihadapi petani saat membawa uang tunai dalam jumlah besar setelah masa panen.

”Tujuannya apa? Satu, biar aman. Enggak ada rampok dan lain sebagainya. Kalau bawa uang banyak ratusan juta kan bahaya juga,” ujar Rizal dalam konferensi pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Dengan sistem digital, petani diwajibkan memiliki rekening bank. Hal ini tidak hanya mengurangi risiko kriminalitas, tetapi juga mendorong petani untuk langsung menabung dan mendapatkan akses lebih luas ke layanan keuangan formal.

Selain keamanan di tingkat petani, digitalisasi pembayaran menjadi instrumen penting bagi manajemen Bulog untuk memperketat akuntabilitas internal. Sistem ini memungkinkan data transaksi tersinkronisasi ke pusat secara real-time.

”Begitu klik, itu langsung terdata sampai pusat. Berapa jumlah nominal yang akan diserap hari ini, bahkan per detik itu bisa terlihat,” jelas Rizal.

Langkah ini juga tegas diambil untuk menutup celah penyimpangan atau praktik korupsi oleh oknum di lapangan. Rizal tidak menampik adanya potensi kerawanan dalam transaksi tunai yang selama ini berjalan.

Meminimalisir korupsi...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler