Pemerintah Siapkan Plafon KUR Pertanian Rp 300 Triliun di 2026
Cholis Anwar
Selasa, 13 Januari 2026 14:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Pemerintah secara resmi menetapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus sektor pertanian sebesar Rp 300 triliun untuk tahun anggaran 2026.
Langkah ini diambil sebagai strategi memperkuat akses modal petani serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan yang telah diraih Indonesia pada tahun sebelumnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan realisasi tahun 2025.
”Pemerintah terus mendorong pembiayaan melalui KUR untuk pertanian. Tahun ini kita sediakan plafon hingga Rp 300 triliun,” ujar Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 penyaluran KUR di sektor pertanian tercatat mencapai Rp 102 triliun.
Airlangga menegaskan, plafon Rp 300 triliun pada tahun ini masih bersifat fleksibel dan dapat ditingkatkan sesuai dengan dinamika kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, pemerintah tidak memberikan batasan kaku untuk sektor pertanian selama pembiayaan tersebut bersifat produktif, tepat sasaran, dan berkontribusi langsung pada peningkatan produksi pangan nasional.
”Sebenarnya untuk pertanian pun plafonnya bisa kita naikkan lagi. Tidak ada pembatasan untuk sektor ini sepanjang mendukung ketahanan pangan kita,” tambah Airlangga.
Pembiayaan masif...
- 1
- 2



