ATR Angkat Bicara Soal Pesawat Hilang Kontak Rute Yogyakarta-Makassar
Cholis Anwar
Minggu, 18 Januari 2026 08:59:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Setelah penyampaian instruksi lanjutan untuk menyeimbangkan posisi pesawat, komunikasi antara awak pesawat dan ATC tiba-tiba terputus total.
Merespons hilangnya sinyal dan komunikasi secara mendadak, otoritas penerbangan segera menetapkan status darurat DETRESFA (Distress Phase).
Status ini merupakan fase bahaya tertinggi yang menandakan adanya keyakinan bahwa pesawat beserta penumpangnya berada dalam kondisi terancam bahaya serius.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih berupaya keras menyisir titik koordinat terakhir pesawat di perbatasan Maros-Pangkep. Data manifes mencatat pesawat mengangkut 11 orang, termasuk di antaranya tiga pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).



