Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan, peringatan satu abad NU menjadi momentum krusial untuk memperkuat peran Nahdlatul Ulama bagi bangsa.

Ia menekankan visi NU dan Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Hal tersebut disampaikan Gus Yahya dalam puncak peringatan Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Sesuai kesepakatan rapat gabungan PBNU Agustus 2025, perayaan satu abad masehi ini mengusung tema ”Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”.

”Hari ini kita peringati sebagai NU yang satu. Tema ini dipilih karena visi dan idealisme NU sejak awal berdirinya sejalan dan sebangun dengan visi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Gus Yahya di hadapan ribuan kader.

Gus Yahya menjelaskan, nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 telah menjadi prinsip yang dihidupi NU jauh sebelum Indonesia merdeka.

NU memegang teguh komitmen untuk menghapuskan penjajahan serta turut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi.

”Semua itu merupakan rumusan visi dan idealisme NU yang telah ditetapkan sejak NU didirikan dan kemudian dimanifestasikan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.

Analogi filosofis...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler