Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Pacitan – Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan terhadap rantai pasok dan proses pengolahan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Seluruh pengawas gizi, keuangan, hingga Asisten Lapangan (Aslap) kini diwajibkan melakukan pemeriksaan ekstra cermat terhadap seluruh bahan baku sebelum masuk ke tahap penggorengan atau perebusan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan, faktor keamanan pangan tidak dapat ditawar. Para pengawas diminta tidak ragu untuk menolak bahan makanan yang kualitasnya mencurigakan.

”Jika sejak awal sudah terlihat tanda-tanda bahan tidak layak, seperti ayam yang tidak sehat, sayuran layu, atau tahu berkualitas buruk, segera kembalikan kepada mitra,” tegas Nanik dikutip dari Kompas.com, Selasa (10/2/2026).

Selain kualitas bahan, Nanik juga mewanti-wanti para personel lapangan untuk bersikap tegas terhadap upaya intervensi dari pihak mitra penyedia.

Ia menyoroti adanya kecenderungan mitra yang mencoba mengubah komposisi menu yang telah disusun secara ilmiah oleh para ahli gizi dengan dalih efisiensi harga atau pengalaman pasar.

Nanik menilai intervensi semacam itu sering kali menggunakan intimidasi terhadap ahli gizi yang dianggap masih junior atau tidak paham harga pangan. Padahal, perubahan menu secara sepihak berisiko tinggi terhadap pemenuhan standar gizi dan keamanan konsumsi.

”Penyusunan menu tidak ada urusannya dengan mitra. Jika ada yang berani mengubah menu yang sudah disusun Ahli Gizi, akan saya suspend. Laporkan kepada saya, jika ada intervensi, dapurnya langsung saya tutup,” ucapnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler