Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengalokasikan anggaran fantastis untuk mencetak generasi unggul melalui program SMA Unggul Garuda.

Pemerintah menggelontorkan dana sekitar Rp 200 miliar hanya untuk biaya pembangunan satu unit sekolah tersebut.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kemendiktisaintek, Ardi Findyartini mengatakan, nilai investasi setiap sekolah bersifat dinamis namun berada di kisaran angka tersebut.

”Biaya pembangunan per sekolah sebetulnya bervariasi karena ternyata masing-masing lokasi ini juga ada beberapa faktor tertentu, ada faktor demografi dan seterusnya sehingga ada kisaran sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunannya saja,” jelas Titin dikutip dari Kompas.com, Rabu (18/2/2026).

Titin menekankan, anggaran Rp 200 miliar tersebut murni untuk konstruksi fisik. Biaya penunjang lain seperti fasilitas pendidikan, gaji tenaga pendidik, hingga biaya operasional belum termasuk di dalamnya.

Guna menjamin keberlanjutan sekolah, pemerintah telah menyiapkan skema dana abadi.

”Sudah diperhitungkan sampai tahun 2029 nanti, pula kami juga memikirkan beyond itu melalui skema Dana Abadi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Ahmad Najib Burhani mengatakan, saat ini pemerintah tengah mengebut pembangunan di empat lokasi strategis. Targetnya, keempat sekolah tersebut siap beroperasi pada pertengahan tahun ini.

”Empat titik Sekolah Garuda Baru yang sekarang sedang kami bangun, siap untuk dipakai pada Juni 2026,” ujar Najib.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler