Menhub Usul Masjid Jadi Tempat Istirahat Darurat saat Mudik Lebaran
Cholis Anwar
Selasa, 24 Februari 2026 11:52:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Agama (kemenag) untuk menjajaki pemanfaatan rumah ibadah sebagai titik istirahat bagi para pemudik.
Inisiatif ini difokuskan terutama untuk membantu pengguna kendaraan pribadi yang menempuh perjalanan jauh agar memiliki tempat singgah yang memadai.
”Melalui pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman,” ujar Dudy dikutip dari Kompas.com, Selasa (24/2/2026).
Dudy berharap masjid-masjid di sepanjang rute utama mudik dapat menyediakan layanan dasar bagi masyarakat, mulai dari area parkir yang luas, toilet, ketersediaan air bersih, penerangan yang cukup, hingga ruang istirahat yang layak.
Menurutnya, sinergi lintas kementerian ini sangat krusial karena momentum Idulfitri tidak hanya sekadar perpindahan massa secara masif, tetapi juga memiliki nilai sosial dan spiritual yang kental bagi rakyat Indonesia.
”Ini merupakan sinergi yang sangat baik antara Kementerian Agama dan Kementerian Perhubungan, mengingat momentum Idulfitri tidak hanya berdimensi mobilitas yang sangat besar, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat kita,” lanjutnya.
Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2026, diperkirakan akan ada sekitar 143 juta orang yang melakukan perjalanan. Meski angka ini sedikit di bawah hasil survei tahun lalu (146 juta), pemerintah tetap bersiaga penuh.
Dudy mencatat, realisasi lapangan seringkali melampaui prediksi awal. Sebagai perbandingan, tahun lalu pergerakan masyarakat menembus angka 154 juta orang.
Kampung halaman...
- 1
- 2



