Menanggapi jatuhnya korban sipil di sekolah dasar Minab, otoritas Iran berjanji akan memberikan respons tegas dan telah bersiap untuk melancarkan serangan balasan dalam waktu dekat.
Ironisnya, perkembangan militer ini terjadi saat upaya diplomasi tengah diupayakan oleh pihak ketiga. Oman diketahui sedang memediasi perundingan antara Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran.
Putaran terakhir perundingan tersebut baru saja digelar di Jenewa pada Kamis (26/2/2026), dengan harapan dapat menurunkan tensi kedua negara. Namun, dengan adanya serangan besar-besaran yang menyasar objek sipil ini, masa depan negosiasi nuklir tersebut kini berada di ambang kegagalan total.
Murianews, Jakarta – Tragedi kemanusiaan mewarnai eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan udara Israel menyasar sebuah institusi pendidikan di Iran selatan.
Sedikitnya 40 orang, termasuk para pelajar, dilaporkan meninggal dunia dan 48 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam sebuah sekolah dasar khusus perempuan di kota Minab, Provinsi Hormozgan, Sabtu (28/2/2026).
Media penyiaran resmi Iran, IRIB sebagaimana dikutip dari Antara, mengutip keterangan pejabat provinsi setempat yang menyatakan serangan tersebut terjadi pada Sabtu pagi hari saat aktivitas di sekolah sedang berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, rincian lebih lanjut mengenai total kerugian materiil dan identitas seluruh korban masih dalam proses pendataan.
Serangan mematikan di Minab ini merupakan bagian dari operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu dini hari.
Dalam pernyataan resminya, kedua negara berdalih bahwa langkah tersebut dimaksudkan untuk menghilangkan ”ancaman” yang ditimbulkan oleh ”rezim” Iran.
Ketegangan kian memuncak setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden AS, Donald Trump, merilis pernyataan video terpisah. Kedua pemimpin tersebut secara eksplisit mengisyaratkan dukungan terhadap upaya perubahan pemerintahan (regime change) di Teheran.
Pemerintah Iran bereaksi keras atas peristiwa tersebut. Teheran menyebut rentetan serangan udara ini sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan yang nyata.
Respon tegas...
Menanggapi jatuhnya korban sipil di sekolah dasar Minab, otoritas Iran berjanji akan memberikan respons tegas dan telah bersiap untuk melancarkan serangan balasan dalam waktu dekat.
Ironisnya, perkembangan militer ini terjadi saat upaya diplomasi tengah diupayakan oleh pihak ketiga. Oman diketahui sedang memediasi perundingan antara Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran.
Putaran terakhir perundingan tersebut baru saja digelar di Jenewa pada Kamis (26/2/2026), dengan harapan dapat menurunkan tensi kedua negara. Namun, dengan adanya serangan besar-besaran yang menyasar objek sipil ini, masa depan negosiasi nuklir tersebut kini berada di ambang kegagalan total.