Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Fenomena langit langka Gerhana Bulan Total dipastikan akan menyapa wilayah Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026.

Masyarakat di seluruh penjuru tanah air dapat menyaksikan perubahan warna satelit alami bumi ini menjadi kemerahan, dengan catatan waktu puncak yang berbeda-beda di setiap zona waktu.

Berdasarkan data astronomi, fenomena ini merupakan anggota ke-27 dari total 71 gerhana dalam seri Saros 133.

Sebelumnya, gerhana dalam seri yang sama pernah terjadi pada 21 Februari 2008 dan diprediksi akan kembali berulang pada 13 Maret 2044 mendatang.

Bagi masyarakat yang ingin mengamati fenomena ini, berikut adalah rincian waktu kejadian berdasarkan pembagian zona waktu di Indonesia:

Waktu Indonesia Barat (WIB)

  • Gerhana Sebagian Mulai: 16.49.46 WIB
  • Gerhana Total Mulai: 18.03.56 WIB
  • Puncak Gerhana: 18.33.39 WIB
  • Gerhana Total Berakhir: 19.03.23 WIB
  • Gerhana Berakhir (Penumbra): 21.24.35 WIB

Waktu Indonesia Tengah (Wita)

  • Gerhana Sebagian Mulai: 17.49.46 Wita
  • Gerhana Total Mulai: 19.03.56 Wita
  • Puncak Gerhana: 19.33.39 Wita
  • Gerhana Total Berakhir: 20.03.23 Wita
  • Gerhana Berakhir (Penumbra): 22.24.35 Wita
  • Waktu Indonesia Timur (WIT)
  • Gerhana Sebagian Mulai: 18.49.46 WIT
  • Gerhana Total Mulai: 20.03.56 WIT
  • Puncak Gerhana: 20.33.39 WIT
  • Gerhana Total Berakhir: 21.03.23 WIT
  • Gerhana Berakhir (Penumbra): 23.24.35 WIT

Dinamika pengamatan di Indonesia akan sangat bergantung pada posisi geografis pengamat. Di wilayah Indonesia bagian timur, masyarakat beruntung dapat menyaksikan seluruh tahapan gerhana sejak awal masuknya bayangan penumbra hingga berakhirnya fenomena tersebut.

Sementara itu, untuk wilayah di bagian barat Indonesia, bulan kemungkinan baru akan terbit dalam kondisi sudah mengalami fase gerhana sebagian atau bahkan sudah memasuki fase total.

Namun, fase puncak gerhana hingga fase berakhirnya penumbra tetap dapat disaksikan dengan jelas di seluruh wilayah Indonesia asalkan kondisi langit cerah.

Secara global, selain di Indonesia, rangkaian peristiwa alam ini juga dapat diamati di Australia, kawasan timur Amerika, serta sebagian besar wilayah Asia Tengah, Asia Timur, dan Asia Tenggara.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler