Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Pemerintah Indonesia memastikan ketahanan pangan nasional tetap kokoh di tengah eskalasi konflik geopolitik yang melibatkan Iran melawan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa stok cadangan pangan Indonesia saat ini mampu mencukupi kebutuhan nasional selama 324 hari atau sekitar 10,8 bulan.

Informasi tersebut disampaikan Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Amran menegaskan perhitungan matang telah dilakukan untuk mengantisipasi dampak global dari peperangan di Timur Tengah tersebut.

Alhamdulillah setelah kami menghitung, kekuatan pangan kita dengan kondisi geopolitik yang memanas, cadangan kita sampai dengan hari ini tersedia sampai dengan 324 hari,” ujar Amran.

Amran membedah total cadangan tersebut bersumber dari beberapa sektor utama, antara lain Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tersedia 3,7 juta ton di gudang Bulog, stok beras di perhotelan, restoran, dan katering mencapai 12 juta ton.

Meski stok melimpah, Amran memastikan proses produksi pertanian tidak berhenti. Pihaknya memproyeksikan tambahan hasil panen di kisaran 2,6 juta hingga 5,7 juta ton untuk memperkuat ketahanan pangan.

Selain tantangan geopolitik, sektor pertanian Indonesia juga dibayangi ancaman iklim. BMKG memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama dari kondisi normal.

Menyikapi hal ini, pemerintah telah menyiapkan skenario pompanisasi. Mentan menyebut pengalaman menangani El Nino pada 2015, 2016, dan 2023 menjadi modal penting.

”Di lapangan sudah siap pompanisasi 1,2 juta hektar lahan tadah hujan, dan tahun ini kita siapkan lagi tambahan 1 juta hektar,” tambahnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler