Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta Korlantas Polri mencatat sebanyak 28 persen kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta hingga Senin (16/3/2026). Angka tersebut merupakan akumulasi pergerakan kendaraan pada hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, persentase tersebut diambil dari total proyeksi kendaraan yang diprediksi keluar dari ibu kota tahun ini.

”Dari proyeksi 3,5 juta kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta menuju Trans Jawa, Jawa Barat, hingga ke Cikupa (Banten) dan Sumatera, sampai saat ini sudah 28 persen yang berangkat,” ujar Irjen Po. Agus saat meninjau situasi di Rest Area KM 57 A Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Senin malam.

Irjen Pol Agus menegaskan, Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada pengaturan arus lalu lintas mudik dan balik.

Lebih dari itu, operasi ini merupakan representasi kehadiran negara melalui Polri dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait untuk menjamin keamanan rangkaian hari besar keagamaan.

Tahun ini, Polri memiliki tugas menjaga kekhusyukan masyarakat yang merayakan Idul Fitri sekaligus Hari Raya Nyepi.

”Dua momentum sosial dan spiritual ini harus terjaga. Kami memastikan aman di bidang pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) serta aman di bidang kamseltibcarlantas,” tambahnya.

Untuk memastikan kelancaran operasi, Korlantas Polri membagi fokus pengamanan ke dalam lima klaster utama, yakni jalan tol; mengantisipasi dinamika di jalan bebas hambatan, mulai dari kepadatan di rest area, titik penyempitan jalan (bottleneck), hingga penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way.

Jalan erteri...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler