Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Polri Klaim Angka Kecelakaan Turun
Cholis Anwar
Kamis, 26 Maret 2026 08:45:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Polri resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 setelah berlangsung selama 13 hari sejak Jumat (13/3/2026) hingga Rabu (25/3/2026) tengah malam.
Meski volume kendaraan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, tingkat fatalitas kecelakaan dilaporkan mengalami penurunan signifikan.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, penutupan operasi ini dilakukan berdasarkan telegram resmi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
”Malam ini (Rabu) pukul 24.00 WIB, Operasi Ketupat sudah ditutup,” ujar Irjen Pol Agus dikutip dari Antara, Kamis (26/3/2026).
Kakorlantas mengungkapkan, arus mudik tahun ini mencatatkan pergerakan kendaraan tertinggi dalam sejarah, yakni mencapai 270.315 unit kendaraan pada puncaknya.
Angka ini meningkat sebesar 4,62 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 258.512 kendaraan.
Meskipun kepadatan meningkat, Polri mengeklaim arus lalu lintas tetap terkendali berkat strategi manajemen rekayasa jalan yang efektif, mulai dari pemberlakuan one way nasional hingga one way lokal presisi.
”Strategi ini bisa memecah arus sehingga bisa kita kelola dengan baik. Arus mudik sudah kita lewati dengan lancar,” imbuhnya.
Fatalitas...
- 1
- 2



