Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan melanda sejumlah wilayah Indonesia hingga Senin (30/3/2026).

Meski demikian, masyarakat diminta tetap mewaspadai suhu udara yang terasa terik di siang hari akibat minimnya tutupan awan.

BMKG menjelaskan, kondisi cuaca pada periode 27-30 Maret 2026 dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, regional, dan lokal yang cukup kompleks.

”Periode akhir Maret ini cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga sedang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Kamis (26/3/2026).

Sejumlah wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Wilayah tersebut meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Selain itu, potensi serupa juga membayangi wilayah Kalimantan (Barat, Tengah, Timur, Utara), Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, hingga seluruh wilayah Papua.

Peningkatan aktivitas konvektif ini dipicu oleh aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah timur Indonesia, yang diperkuat oleh gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin.

Awan hujan...

Kombinasi fenomena ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di perairan dan daratan Indonesia bagian tengah hingga timur.

Di sisi lain, BMKG mencatat suhu maksimum dalam beberapa hari terakhir mencapai angka 35,7 derajat Celsius di wilayah Banten dan Sumatera Utara.

Suhu panas ini disebabkan oleh berkurangnya tutupan awan yang membuat radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara optimal.

Selain itu, eks siklon tropis Narelle yang terpantau di pesisir barat Australia turut memberikan dampak tidak langsung, yakni peningkatan kecepatan angin di wilayah NTT, Laut Timor, dan sekitarnya. Sistem ini bahkan berpotensi kembali berkembang menjadi siklon tropis di Samudra Hindia.

Mengingat saat ini merupakan masa peralihan musim, cuaca dapat berubah dengan sangat cepat.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi hujan mendadak yang disertai kilat, petir, dan angin kencang dalam waktu singkat.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler