Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sikap terbuka untuk mengimpor minyak mentah dari negara mana pun, termasuk Rusia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, dalam situasi sulit seperti sekarang, prioritas utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap terjaga.

”Dalam kondisi krisis energi global, kita buka opsi impor minyak dari mana saja. Jangan pilih-pilih sekarang, yang penting pasokannya ada. Kalau sudah jadi (impor dari Rusia), nanti saya kabari,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta dikutip dari Antara, Senin (6/4/2026).

Sebelumnya, Dubes Tolchenov menyatakan Moskow membuka peluang bagi Pertamina untuk membeli minyak dari negaranya, terutama di tengah lonjakan harga akibat penutupan Selat Hormuz.

Meskipun hingga saat ini pihak kedutaan belum menerima permintaan resmi dari Pertamina maupun Kementerian ESDM, Tolchenov menekankan Rusia siap berdiskusi untuk mewujudkan kerja sama tersebut bagi negara sahabat.

Bahlil mengungkapkan, saat ini Indonesia harus bersaing ketat dengan negara-negara lain untuk mendapatkan pasokan minyak.

Dinamika pasar internasional sangat fluktuatif, di mana perusahaan penjual minyak cenderung melepas produknya kepada pembeli yang berani memberikan penawaran harga tertinggi.

”Situasinya sekarang, perusahaan yang sudah melakukan tender pun bisa disalip oleh pihak lain yang menawar harga lebih tinggi. Oleh karena itu, kami menyiapkan beberapa alternatif demi menjamin BBM di Indonesia tetap ada,” tambah Bahlil.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News