Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Halmahera Utara Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Kamis (9/4/2026) pagi.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) melaporkan gunung tersebut melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 1.100 meter dari atas puncak.

Petugas PGA Dukono, Bambang Sugiono, mengonfirmasi bahwa letusan tersebut terjadi pada pukul 08.05 WIT. Semburan abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal.

”Erupsi tadi kolom abu teramati setinggi 1.100 meter di atas puncak, condong ke arah timur. Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo 34 mm dan durasi sekitar 35,82 detik,” jelas Bambang melalui keterangan tertulisnya.

Berdasarkan pengamatan dari Desa Mamuya, Kecamatan Galela, aktivitas Gunung Dukono secara umum mulai menunjukkan tren menurun, namun frekuensi letusannya justru tercatat masih cukup tinggi.

Sebagai gambaran, pada periode Rabu (8/4/2026) kemarin, gunung api setinggi 1.087 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tercatat mengalami 61 kali letusan.

Mengingat fluktuasi aktivitas tersebut, otoritas terkait masih menetapkan status Gunung Dukono pada Level II (Waspada).

Guna mengantisipasi bahaya, pihak PGA mengeluarkan sejumlah imbauan bagi masyarakat setempat maupun wisatawan.

Waspada...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler