Info Haji 2026
Kartu Nusuk Tertahan di Bea Cukai, Kemenhaj Turun Tangan
Cholis Anwar
Rabu, 15 April 2026 13:46:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan sebagian Kartu Nusuk untuk jemaah haji Indonesia tahun 2026 saat ini masih tertahan di Bea Cukai.
Pemerintah tengah melakukan langkah jemput bola agar dokumen krusial tersebut dapat segera didistribusikan kepada jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/4/2026), pria yang akrab disapa Gus Irfan ini menjelaskan, pihaknya telah memanggil dua perusahaan penyedia layanan haji (syarikah) untuk memastikan kesiapan kartu identitas resmi tersebut.
Berdasarkan hasil koordinasi, dua syarikah melaporkan kondisi yang berbeda. Pihak Rakeen Mashariq menyatakan seluruh kartu sudah tiba dan berada di tangan mereka. Namun, Syarikah Duyuf Al-Bayt melaporkan kartu mereka masih tertahan urusan administrasi.
”Syarikah dari Duyuf Al-Bayt sudah melaporkan bahwa Kartu Nusuk sudah tiba di Indonesia sejak Sabtu lalu, tapi sampai pagi ini belum keluar dari Bea Cukai,” ungkap Gus Irfan.
Menanggapi hal tersebut, Kemenhaj berkomitmen memberikan bantuan advokasi agar proses di kepabeanan segera tuntas. Tujuannya adalah memastikan setiap jemaah sudah memegang kartu tersebut saat masih berada di embarkasi tanah air.
Langkah percepatan distribusi di Indonesia ini diambil berdasarkan evaluasi besar-besaran dari pelaksanaan haji tahun sebelumnya. Gus Irfan tidak ingin keruwetan distribusi kartu di Arab Saudi terulang kembali.
”Tahun kemarin Kartu Nusuk dibagikan di Saudi tapi banyak kendala. Banyak jemaah tidak bisa mendapatkan kartu, sehingga untuk masuk ke Masjidil Haram pun mengalami kesulitan,” tegasnya.



