Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah Jepang, Senin (20/4/2026). Otoritas setempat langsung mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Samudera Pasifik, meliputi Aomori, Hokkaido, dan Iwate.

Gempa tersebut tercatat terjadi pada pukul 14.52 WIB. Berdasarkan data badan survei geologi AS (USGS), episentrum gempa terletak sekitar 71 kilometer dari Kota Miyako, Prefektur Iwate.

Pemerintah Jepang mengkhawatirkan tsunami yang dipicu gempa ini dapat mencapai ketinggian hingga 3 meter.

”Warga yang berada di kawasan pesisir dan sungai, dimohon melakukan evakuasi sekarang juga ke tempat yang lebih tinggi dan aman,” bunyi pengumuman resmi pemerintah setempat sebagaimana mengutip dari Antara.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, meminta masyarakat di kawasan terdampak untuk tidak menunda evakuasi demi keselamatan. Sebagai langkah antisipasi, operasional layanan kereta cepat yang menghubungkan ibu kota Tokyo dan Prefektur Aomori resmi ditangguhkan.

Terkait keamanan fasilitas vital, pemerintah memastikan tidak ada laporan kerusakan serius pada infrastruktur energi.

”Tidak ada situasi abnormal terdeteksi di pembangkit listrik tenaga nuklir di Aomori dan Miyagi,” tulis laporan resmi pemerintah Jepang.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler