Info Haji 2026
Hampir 6.000 Calon Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
Cholis Anwar
Kamis, 23 April 2026 18:18:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Madinah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melaporkan hampir 6.000 calon jemaah haji Indonesia gelombang pertama telah tiba di Madinah, Arab Saudi.
Hingga Rabu (22/4/2026) malam, tercatat sebanyak 5.997 jemaah yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) mendarat secara bertahap.
Para jemaah tersebut berasal dari berbagai embarkasi, meliputi Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, dan Makassar. Mereka mendarat melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) sejak dimulainya misi haji 1447 Hijriah pada Rabu kemarin.
Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Yusron B. Ambary, meminta para jemaah untuk membatasi pergerakan dan mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak. Hal ini penting dilakukan guna menjaga kebugaran sebelum memasuki puncak ibadah haji.
”Jamaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujar Yusron B. Ambary dikutip dari Antara, Kamis (23/4/2026).
Yusron menekankan, sebagian besar peserta haji tahun ini merupakan lanjut usia (lansia). Oleh karena itu, jemaah diingatkan untuk tidak memaksakan diri dalam beribadah sunah apabila kondisi tubuh sedang menurun, agar fisik tetap prima saat puncak haji pada Mei mendatang.
Senada, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, mengimbau jemaah untuk mewaspadai perubahan cuaca ekstrem di Madinah. Penggunaan alat pelindung diri sangat disarankan untuk menghindari dampak cuaca panas.
”Jamaah diimbau menggunakan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman. Selain itu penting untuk rutin minum air, sekitar dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit,” jelas Khalilurrahman.
Selain hidrasi, jemaah juga disarankan menggunakan tabir surya (sunscreen) dan pelembap bibir untuk melindungi kulit dari paparan terik matahari.



