Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Madinah – Semangat menunaikan ibadah haji terpancar jelas dari sosok Mardijiyono. Meski usianya telah mencapai 103 tahun, jemaah asal Indonesia yang akrab disapa Mbah Mardi ini tetap teguh melanjutkan perjalanan ibadah dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

Menggunakan kursi roda, Mbah Mardi bertolak bersama kelompok terbang (kloter) YIA 9 dari Hotel Makarem Haram View Suites Madinah pada Senin (11/5/2026) sore. Dengan pendampingan intensif dari petugas, ia bersiap menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Ketua Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto mengatakan, keberangkatan kloter YIA 9 dilakukan lebih awal dari jadwal semula karena seluruh jemaah, termasuk para lansia, telah siap di dalam bus.

”Kalau semua jemaah sudah masuk bus dan siap, maka lebih baik diberangkatkan lebih awal agar jemaah tidak terlalu lama menunggu di dalam kendaraan,” ujar Ramlan dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Kamis (14/5/2026).

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah, rombongan dijadwalkan singgah di Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali untuk mengambil miqat dan niat ihram. Bagi jemaah lansia seperti Mbah Mardi, proses niat dilakukan tetap berada di dalam bus guna menjaga kondisi fisik.

Meski sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit saat berada di Arab Saudi, kondisi kesehatan pria berusia satu abad ini dinyatakan stabil. Petugas menyebut Mbah Mardi sangat kooperatif selama masa pemulihan dan memiliki nafsu makan yang baik.

”Makanannya enak, saya suka,” tutur Mbah Mardi singkat.

Selama berada di Madinah, Mbah Mardi telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Masjid Nabawi serta berziarah ke Raudhah. Di balik fisiknya yang renta, ia menyimpan semangat yang menginspirasi jemaah lainnya.

Pola hidup sehat...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler