Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menepis kekhawatiran publik yang menyamakan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini dengan situasi krisis moneter (krismon) tahun 1998.

Menkeu menegaskan fondasi ekonomi nasional saat ini masih sangat kokoh dan jauh dari bayang-bayang resesi.

”Kalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda, 1998 itu kebijakannya salah dan instability social-politic terjadi setelah setahun kita resesi,” kata Menkeu  Purbaya usai menghadiri acara di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Purbaya menjelaskan, pada pertengahan tahun 1997 silam, Indonesia sudah lebih dulu dihantam resesi ekonomi yang kemudian memicu ketidakstabilan sosial-politik hingga berujung krismon 1998.

Sementara kondisi domestik saat ini dinilai sebaliknya, di mana pertumbuhan ekonomi masih berjalan kencang dan memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan indikator makro.

Terkait penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh level 6.628 pada pembukaan pasar Senin pagi, Purbaya menyatakan hal tersebut murni karena faktor sentimen jangka pendek akibat dinamika pasar keuangan global.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mulai hari ini resmi melakukan intervensi dengan masuk ke pasar obligasi dalam volume yang lebih signifikan.

Langkah taktis ini diambil untuk mengendalikan pasar Surat Utang Negara (SUN) sekaligus menahan aksi jual masif oleh investor asing demi menghindari potensi kerugian modal (capital loss).

Pasar modal...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News