Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, JakartaPresiden Prabowo Subianto menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Langkah tersebut mendobrak tradisi lama, di mana dokumen pengantar rancangan anggaran belanja negara pada fase awal biasanya didelegasikan kepada Menteri Keuangan.

Prabowo Subianto menegaskan, keputusannya untuk hadir dan berpidato langsung di hadapan para anggota dewan dipicu oleh besarnya tantangan geopolitik dan geoekonomi global saat ini yang penuh konflik, ketegangan, serta ketidakpastian.

”Peperangan terjadi di banyak tempat, bahkan di Eropa, di Timur Tengah. Kawasan yang walaupun jauh dari kita, tetapi ternyata memiliki dampak dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan kita,” ujar Presiden Prabowo saat berpidato.

Oleh karena itu, Prabowo menilai kehadiran langsung seorang presiden sangat krusial untuk memaparkan pokok pikiran pengelolaan negara di tengah situasi dunia yang sedang bergejolak.

Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen administrasi keuangan tahunan yang kaku. APBN sejatinya merupakan instrumen dan alat perjuangan bangsa untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia.

”APBN kita susun sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita mulia yang telah diamanatkan dalam UUD 1945. Suatu undang-undang dasar yang lahir dari kancah perjuangan lama untuk mewujudkan negara yang merdeka, berdaulat, adil, makmur, dan berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Ketua DPR...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News