Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Makkah – Layanan Bus Shalawat yang selama ini memfasilitasi pergerakan jemaah haji Indonesia di Kota Makkah, akan dihentikan operasionalnya sementara mulai Jumat (22/5/2026) besok pukul 18.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Kebijakan penghentian sementara ini diambil oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi guna mematangkan persiapan moda transportasi massal menyambut fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha mengatakan, kebijakan penghentian sementara ini merupakan bagian dari manajemen lalu lintas di Tanah Suci demi kelancaran pergerakan jemaah menuju Armuzna.

”Layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” jelas Ichsan Marsha dikutip dari laman resmi Kemenhaj, Kamis (21/5/2026).

Layanan transportasi andalan jemaah ini dijadwalkan baru akan kembali beroperasi normal pada Minggu (31/5/2026) mendatang pukul 01.00 WAS setelah seluruh rangkaian puncak haji selesai dilaksanakan.

Kendati operasional reguler disetop, Kemenhaj memberikan jaminan perlindungan bagi jemaah gelombang baru yang baru tiba dan belum menyelesaikan prosesi rukun haji pertamanya. Jemaah yang bersangkutan akan tetap dibantu mobilisasinya menuju Masjidil Haram.

”Bagi jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangan ke hotel oleh PPIH. Kami mengimbau jemaah memperhatikan jadwal ini dan menyesuaikan aktivitas ibadah maupun mobilitas masing-masing,” tutur Ichsan.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler