Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM HP Wajib Pakai Biometrik Wajah
Cholis Anwar
Jumat, 29 Mei 2026 12:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengumumkan proses registrasi kartu subscriber identity module telepon seluler (SIM HP) menggunakan teknologi pengenalan biometrik wajah akan diwajibkan di Indonesia. Kebijakan baru ini bakal berlaku efektif mulai 1 Juli 2026.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, keputusan strategis tersebut diambil setelah hasil uji coba menyeluruh selama lima bulan terakhir berjalan lancar tanpa kendala teknis berarti.
Selain itu, uji coba tersebut juga mendapat respons yang positif dari masyarakat.
”Untuk registrasi SIM secara biometrik, untuk new registration sudah bisa dimulai efektif secara fully nasional. Tidak ada lagi kelonggaran per 1 Juli 2026,” tegas Edwin Hidayat Abdullah di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (29/5/2026).
Edwin menyebut hasil evaluasi berkala menunjukkan infrastruktur sistem yang dimiliki oleh masing-masing operator seluler nasional, baik Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), maupun XL Smart, sudah dalam kondisi andal dan siap pakai.
Merujuk data statistik Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), sepanjang periode Januari hingga April 2026 tercatat sudah ada sebanyak 1,4 juta nomor baru yang berhasil didaftarkan menggunakan sistem verifikasi biometrik wajah.
Secara rata-rata, setiap bulannya ada sekitar 300.000 masyarakat yang mengaktifkan nomor HP baru mereka dengan teknologi ini.
Berdasarkan tinjauan berkala dari Kemkomdigi, implementasi proses pemindaian wajah yang berlangsung di gerai-gerai resmi milik operator seluler menunjukkan tren yang sangat positif.
Nomor baru...
- 1
- 2



