Megawati Buka Pameran Seni Bertajuk Mata Hati Soekarno di Bantul
Cholis Anwar
Sabtu, 6 Juni 2026 18:23:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Bantul – Presiden Ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, menghadiri langsung pembukaan pameran seni rupa bertajuk ”Mata Hati Soekarno”.
Pergelaran seni estetis tersebut diselenggarakan di Le Gareca Space, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (6/6/2026).
Peresmian pameran seni rupa ini terasa sangat monumental lantaran sengaja dibuka bertepatan dengan momentum hari peringatan 125 tahun kelahiran Sang Proklamator RI, Soekarno.
Agenda kebudayaan ini sengaja diinisiasi sebagai bentuk persembahan serta ruang pamer karya-karya terbaik dari para perupa tanah air demi menghormati dedikasi sejarah sosok Bung Karno.
Seniman kawakan asal Yogyakarta yang sekaligus didapuk sebagai penanggung jawab acara, Butet Kartaredjasa, mengungkapkan pameran ini lahir dari panggilan jiwa para pelaku seni untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada Presiden pertama Indonesia tersebut.
”Ini adalah kesadaran kami para seniman untuk menghormati seniman juga yang kebetulan seorang Presiden pertama Indonesia, Proklamator, ideologi, penggali Pancasila, yang selalu menginspirasi kami, menginspirasi kita dari waktu ke waktu,” urai Butet Kartaredjasa dikutip dari Antara.
Di lokasi yang sama, kurator pameran Suwarno Wisetrotomo membeberkan pihak panitia sengaja menantang kreativitas para perupa untuk menggali rekam jejak historis Soekarno secara mendalam, kemudian menuangkannya ke dalam representasi visual karya seni.
Langkah ini, menurut Suwarno, melahirkan tantangan tersendiri bagi para peserta mengingat mayoritas seniman yang terlibat didominasi oleh kalangan generasi muda yang lahir serta tumbuh besar pada era 1990-an.
Sekat generasi...
- 1
- 2



