Tak hanya ancaman luapan air, wilayah Desa Pandangan Kulon di Kecamatan Kragan kini juga dihantui oleh ancaman abrasi pantai yang masif. Pengikisan garis pantai yang terus bergulir secara agresif dilaporkan kian mengikis tanah dan semakin mendekati batas kawasan permukiman padat di wilayah pesisir desa.
”Untuk menangani dampak rob dan abrasi, BPBD Kabupaten Rembang telah melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat,” jelasnya.
Guna merumuskan langkah penanganan jangka panjang, BPBD Rembang telah melayangkan draf koordinasi dengan pihak BPBD Provinsi Jateng serta Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait.
Berdasarkan nota hasil koordinasi teknis, langkah penanganan kedaruratan sementara saat ini belum direkomendasikan.
Sebagai gantinya, tim teknis dari balai wilayah sungai pusat telah dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan khusus pada Senin (8/6/2026) depan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari draf rencana strategis pembangunan proyek tanggul laut permanen.
”Hingga Sabtu siang genangan air masih terjadi di sejumlah titik terdampak. Namun aktivitas masyarakat dilaporkan tetap berjalan normal,” pungkas Bambang.
Murianews, Rembang – Bencana banjir rob menerjang tiga desa yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2026). Terjangan air pasang laut tersebut menggenangi kawasan permukiman padat penduduk serta melumpuhkan akses jalan desa setempat.
”Ketiga desa yang terdampak rob tersebut yakni Desa Pantiharjo (Kecamatan Kaliori) serta Desa Sumurtawang dan Pandangan Kulon (Kecamatan Kragan),” terang Sub Koordinator Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Bambang Adi Wijanarko dikutip dari Antara.
Bambang menguraikan, fenomena banjir rob mulai mersek masuk ke wilayah daratan sekitar pukul 09.00 WIB. Hal ini dipicu oleh lonjakan pasang air laut yang meluap hingga melompati batas pantai dan langsung menyasar rumah-rumah warga serta fasilitas jalan.
Sebagai contoh, di wilayah Desa Pantiharjo, ketinggian genangan air laut tercatat mencapai 20-30 sentimeter (Cm). Dampaknya, sebanyak lima rumah warga terendam air dan akses jalan poros desa sepanjang 150 meter ikut tergenang.
”Selain rumah warga, halaman rumah dan akses jalan desa juga terdampak genangan air laut,” imbuh Bambang.
Kondisi cukup parah juga melanda wilayah Desa Sumurtawang. Di lokasi ini, banjir rob menghantam delapan rumah warga.
Dari jumlah tersebut, sebanyak lima rumah di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan struktural berupa jebol pada bagian dinding bangunan, sementara tiga unit rumah lainnya tergenang tanpa kerusakan fisik.
Berdasarkan data tabulasi kedaruratan BPBD, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang terpaksa diungsikan akibat insiden alam ini. Kendati demikian, roda aktivitas harian masyarakat setempat sempat tersendat, dengan proyeksi nilai kerugian material ditaksir menembus angka Rp 40 juta.
Abrasi pantai...
Tak hanya ancaman luapan air, wilayah Desa Pandangan Kulon di Kecamatan Kragan kini juga dihantui oleh ancaman abrasi pantai yang masif. Pengikisan garis pantai yang terus bergulir secara agresif dilaporkan kian mengikis tanah dan semakin mendekati batas kawasan permukiman padat di wilayah pesisir desa.
”Untuk menangani dampak rob dan abrasi, BPBD Kabupaten Rembang telah melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat,” jelasnya.
Guna merumuskan langkah penanganan jangka panjang, BPBD Rembang telah melayangkan draf koordinasi dengan pihak BPBD Provinsi Jateng serta Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait.
Berdasarkan nota hasil koordinasi teknis, langkah penanganan kedaruratan sementara saat ini belum direkomendasikan.
Sebagai gantinya, tim teknis dari balai wilayah sungai pusat telah dijadwalkan turun ke lapangan untuk melakukan pemetaan khusus pada Senin (8/6/2026) depan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari draf rencana strategis pembangunan proyek tanggul laut permanen.
”Hingga Sabtu siang genangan air masih terjadi di sejumlah titik terdampak. Namun aktivitas masyarakat dilaporkan tetap berjalan normal,” pungkas Bambang.