Bawaslu Rembang Terima Hibah Rp 6 Miliar untuk Pelaksanaan Pemilu
Dani Agus
Jumat, 17 November 2023 09:28:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, Jawa Tengah menyerahkan dana hibah untuk penyelengggaraan pemilu kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rembang. Dana hibah yang diserahkan sebesar Rp 6 miliar.
Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto mengungkapkan, pihaknya tidak hanya mendapat anggaran dari Pemkab Rembang saja. Tetapi ada juga dukungan dari APBD Provinsi Jawa Tengah hampir Rp 3 miliar.
”Pengawasannya kan bukan hanya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati saja. Tetapi juga pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Maka ada sharing anggaran antara pemprov dan kabupaten/kota se-Jateng. Jadi, Rp 6 miliar dari pemkab dan sekitar Rp 3 miliar dari APBD provinsi,” tuturnya, dilansir dari laman Pemkab Rembang, Jumat (17/11/2023).
Totok mengungkapkan, anggaran terserap paling banyak untuk honor tenaga adhoc. Dari anggaran yang diterima, separuh lebih untuk honorarium.
”Ada separuhnya lebih untuk menggaji panwascam (Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan), panwas desa, panwas kelurahan, kemudian pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS),” tuturnya.
Khusus anggaran yang bersumber dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) peruntukkannya memberi honorarium pengawas TPS. Sedangkan APBD untuk honor Panwascam.
Sedangkan kegiatan sosialisasi, Totok menyebut tidak begitu banyak karena keterbatasan anggaran. Sasaran sosialisasi akan ditentukan melalui rapat pleno terlebih dahulu sesuai kebutuhan.
”Menurut saya kegiatan sosialisasi masih kurang, kembali lagi situasinya masih seperti ini. PAD Rembang kan juga terhitung kecil. Pilkada sebelumnya kita dapat anggaran Rp 6,2 miliar lebih,” pungkasnya.



