Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Rembang – Pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, ditarget rampung pada Selasa (27/5/2025) besok.

Dari total 294 desa dan kelurahan, hanya tersisa empat desa dan satu kelurahan yang belum melaksanakan musdesus akibat perubahan jadwal karena kegiatan di masing-masing wilayah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang Slamet Haryanto menyampaikan, sesuai jadwal semula, musdesus ditargetkan selesai pada Senin (26/5/2025). Namun, karena adanya kegiatan di beberapa desa, pelaksanaannya harus dijadwalkan ulang.

”Karena ada kegiatan di desa, akhirnya minta dijadwalkan ulang. Seperti adanya acara sedekah bumi yang melibatkan banyak masyarakat,” ujarnya usai musdesus di Balai Desa Dresi Wetan, Senin (26/5/2025), dilansir dari laman Pemkab Rembang.

Ia memastikan seluruh musdesus pembentukan Kopdes Merah Putih di desa dan kelurahan se-Kabupaten Rembang akan rampung 100 persen pada Selasa, besok. Desa yang telah melaksanakan musdesus diinstruksikan untuk langsung memproses pembuatan akta koperasi ke notaris.

”Yang sudah selesai langsung proses ke notaris, tidak usah menunggu. Langsung proses,” ucapnya.

Slamet mengungkapkan, selain tujuh unit usaha wajib yang harus dimiliki, mayoritas Kopdes Merah Putih di Kabupaten Rembang memilih sektor pertanian dan perikanan sebagai bidang usaha.

Ia berharap koperasi ini dapat bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), meskipun keduanya merupakan lembaga ekonomi yang berbeda.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler