Rembang Masuk Empat Besar Penghasil Pedet Terbanyak di Jateng
Dani Agus
Sabtu, 26 Juli 2025 06:37:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Jumlah populasi sapi di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kini makin banyak. Bahkan, Rembang menempati posisi empat besar daerah penghasil pedet (anak sapi) terbanyak di Provinsi Jawa Tengah.
Capaian ini memperkuat posisi Rembang sebagai salah satu sentra peternakan sapi potong yang produktif di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Agus Iwan menyampaikan, Rembang kini sejajar dengan Blora, Grobogan, dan Wonogiri dalam jumlah produksi pedet.
Keempat kabupaten tersebut dikenal memiliki populasi indukan sapi yang tinggi, didukung infrastruktur peternakan yang memadai, sumber daya manusia yang terlatih, serta program pemerintah yang konsisten, seperti inseminasi buatan (IB) dan pelayanan kesehatan hewan.
Agus menyebut, berdasarkan data terakhir, terdapat 52.142 orang peternak sapi potong di Kabupaten Rembang dengan total populasi ternak mencapai 108.110 ekor.
Pencapaian ini, menurutnya, tidak lepas dari keberhasilan program inseminasi buatan yang secara konsisten dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dintanpan bekerja sama dengan para peternak.
”Setiap tahun kita bisa melahirkan sekitar 25 ribu ekor pedet. Ini menunjukkan betapa besar potensi peternakan sapi kita. Bahkan, ternak sapi sudah menjadi salah satu andalan pembangunan sektor pertanian dan pangan di Rembang,” kata Agus saat ditemui di kantornya belum lama ini.
Lebih lanjut ia menjelaskan, keberhasilan inseminasi buatan tidak hanya dilihat dari jumlah kelahiran pedet, tetapi juga kualitasnya. Pedet hasil inseminasi buatan umumnya memiliki kualitas genetik yang lebih baik dibandingkan hasil kawin alami.
Sapi Belgian Blue...
- 1
- 2



