Lebihi Target, Pelaksanaan CKG di Rembang 2025 Capai 51,37 Persen
Dani Agus
Kamis, 1 Januari 2026 11:37:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mendapat respon positif dari warga setempat. Indikasinya, hingga akhir 2025, sebanyak 342.181 warga Kabupaten Rembang telah mengikuti program CKG.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang dr Ali Syofii menyampaikan, pemerintah pusat menargetkan pelaksanaan CKG pada 2025 minimal menjangkau 40 persen dari total penduduk kabupaten.
Namun, berkat kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, capaian CKG di Rembang per 30 Desember 2025 telah mencapai 51,37 persen.
”Ini merupakan hasil kerja keras teman-teman puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, serta dukungan seluruh pihak,” ungkap Ali, dilansir dari laman Pemkab Rembang.
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Rembang berhasil menempati peringkat tiga besar se-Jawa Tengah dalam pelaksanaan program CKG. Ia berharap pada tahun 2026 mendatang, capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Rembang dr Maria Rehulina menambahkan, puskesmas aktif melakukan strategi jemput bola untuk memperluas jangkauan layanan CKG.
Selain itu, Dinkes juga menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk membuka layanan pemeriksaan kesehatan bagi karyawan di lingkungan kerja.
”Kesadaran masyarakat untuk melakukan cek kesehatan kini semakin meningkat. Mereka mulai memahami pentingnya deteksi dini penyakit. Harapannya, kesadaran ini terus tumbuh,” tandasnya.



