Terkendali, Inflasi Rembang pada Desember 2025 Catat 2,47 Persen
Dani Agus
Selasa, 6 Januari 2026 13:25:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Tingkat inflasi Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sebesar 0,26 persen secara month to month (m-to-m) pada Desember 2025.
Sementara itu, inflasi year to date (y-to-d) dan year on year (y-on-y) masing-masing tercatat 2,47 persen, masih berada dalam rentang sasaran nasional.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang Jubaedi menyampaikan, tingkat inflasi tersebut mengindikasikan daya beli masyarakat Kabupaten Rembang masih terjaga.
Ia menilai angka inflasi sebesar 2,47 persen menunjukkan kemampuan masyarakat dalam membelanjakan kebutuhan sehari-hari masih cukup baik.
”Angka inflasi 2,47 persen ini menunjukkan bahwa masyarakat masih mampu membelanjakan kebutuhannya. Permintaan terhadap sejumlah komoditas juga masih terserap dengan baik,” ujarnya saat Press Release Berita Resmi Statistik di Aula Kantor BPS Rembang, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, dalam teori ekonomi, peningkatan permintaan akan mendorong kenaikan harga yang pada akhirnya memicu inflasi. Namun demikian, kondisi yang terjadi di Kabupaten Rembang dinilai masih dalam batas wajar.
Lebih lanjut Jubaedi, menerangkan bahwa penyumbang utama inflasi Desember 2025 secara m-to-m berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,20 persen.
”Inflasi Desember 2025 secara m-to-m tercatat 0,26 persen, sedangkan inflasi y-to-d dan y-on-y sama-sama berada di angka 2,47 persen,” jelas Jubaedi, dilansir dari laman Pemkab Rembang.
Komoditas Penyumbang Inflasi...
Adapun komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi m-to-m, antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, bensin, telur ayam ras, emas perhiasan, minyak goreng, wortel, udang basah, dan kacang tanah.
Sementara itu, secara y-on-y, inflasi terbesar juga disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,30 persen. Komoditas dominan pada kelompok ini meliputi cabai merah, cabai rawit, beras, daging ayam ras, dan sigaret kretek tangan (SKT).
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi sebesar 0,48 persen, dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan, pembalut wanita, pasta gigi, sabun mandi, dan biaya fotokopi.
Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran turut menyumbang inflasi sebesar 0,20 persen, dengan komoditas utama seperti mi, es, kue kering berminyak, bakso siap santap, dan sate.



