Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Rembang – Warga Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang bermukim di bantaran sungai serta kawasan dataran tinggi diimbau agar meningkatkan kewaspadaan pada awal tahun ini.

Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan terjadi pada Januari, termasuk di wilayah Kabupaten Rembang

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Sri Jarwati mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir telah terjadi sejumlah bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, di beberapa titik wilayah.

Menurutnya, kejadian bencana tersebut dipicu oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

”BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Pantura, khususnya Kabupaten Rembang, pada tanggal 10 hingga 13. Dalam periode tersebut diprediksi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat,” kata Jarwati, dilansir dari laman Pemkab Rembang.

BPBD Kabupaten Rembang mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi akibat curah hujan lebat yang terjadi sejak 8 hingga 11 Januari 2026.

Intensitas hujan tinggi di berbagai kecamatan memicu banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga rumah roboh di sejumlah wilayah. Sri Jarwati, menjelaskan bahwa banjir lewatan pertama terjadi pada 8 Januari di Kecamatan Pamotan.

Banjir disebabkan saluran air yang tersumbat sampah dan timbunan tanah, sehingga aliran air tidak lancar dan meluap ke jalan setinggi sekitar 40 sentimeter. Luapan tersebut sempat menggenangi SDN 1 Pamotan.

Banjir Kiriman dari Hulu... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler