Sudarto menjelaskan bahwa panjang penanganan abrasi akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Pada tahap awal, penanganan ditargetkan sepanjang 100 hingga 200 meter.
Menurutnya, jika abrasi tidak segera ditangani, sarana dan prasarana umum di sekitar pantai berpotensi terdampak atau tergerus. Karena itu diperlukan pembangunan penahan pantai.
”Untuk tahap awal kita targetkan 100 sampai 200 meter, namun jika memungkinkan anggarannya dapat ditambah karena penanganannya bersifat bertahap,” jelasnya.
Murianews, Rembang – Beberapa pesisir di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengalami abrasi cukup parah sejak awal 2025. Salah satunya adalah abrasi pantai di Kecamatan Sarang.
Pemkab Rembang memastikan, penanganan abrasi di kawasan pantai belakang Puskesmas Sarang 2, Kecamatan Sarang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Program tersebut akan dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana sebagai bagian dari upaya perlindungan wilayah pesisir serta pengamanan fasilitas umum.
Bupati Rembang Harno mengatakan, informasi tersebut disampaikan oleh anggota DPR RI Harmusa Oktaviani. Hal itu menurutnya patut disyukuri, karena bertahun- tahun usulan penanganan abrasi di pantai Sarang itu akhirnya bisa mendapatkan hasil yang positif.
”Tadi Mbak Harmusa sudah menyampaikan bahwa penanganan abrasi di Sarang, tepatnya di pantai sekitar belakang Puskesmas Sarang akan di tangani tahun ini. Kami sampaikan terimakasih kepada Mbak Harmusa selaku perwakilan kita di pusat dan BBWS Pemali Juana sebagai instansi yang akan melaksanakan program tersebut,“ ungkapnya saat menghadiri peresmian long storage Kalipang di Kecamatan Sarang, Jumat (23/1/2026).
Sementara itu Harmusa Oktaviani meminta, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan proyek penanganan abrasi, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan musim penghujan yang masih berlangsung.
”Saya minta kepada Kepala BBWS agar dapat mengamankan program tersebut. Kalau pekerjaan jalan mungkin masih relatif aman di musim penghujan, tetapi terkait air, faktor keselamatan menjadi hal utama yang harus diperhatikan,” ujarnya, dilansir dari laman Pemkab Rembang.
Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, membenarkan bahwa penanganan abrasi di belakang Puskesmas Sarang 2 telah masuk dalam program tahun 2026 dan anggarannya telah dialokasikan.
Ditargetkan 100 sampai 200 meter...
Sudarto menjelaskan bahwa panjang penanganan abrasi akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Pada tahap awal, penanganan ditargetkan sepanjang 100 hingga 200 meter.
Menurutnya, jika abrasi tidak segera ditangani, sarana dan prasarana umum di sekitar pantai berpotensi terdampak atau tergerus. Karena itu diperlukan pembangunan penahan pantai.
”Untuk tahap awal kita targetkan 100 sampai 200 meter, namun jika memungkinkan anggarannya dapat ditambah karena penanganannya bersifat bertahap,” jelasnya.