Tradisi Thong-Thong Lek Rembang Digelar Lagi di 2026, Catat Waktunya
Dani Agus
Selasa, 24 Februari 2026 19:10:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Rembang – Pagelaran tradisi thong-thong Lek di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dipastikan digelar lagi pada tahun 2026.
Konsep sistem berkeliling rencananya tetap dipertahankan sebagai daya tarik utama sekaligus identitas budaya lokal.
Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ menegaskan, festival yang telah menjadi tradisi khas masyarakat Rembang setiap bulan Ramadan tersebut akan kembali diselenggarakan dengan konsep yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Ia menilai, pola pelaksanaan thong-thong Lek dengan sistem keliling mampu menghadirkan semarak sekaligus menjangkau lebih banyak masyarakat.
”Insyaallah tetap keliling. Tahun kemarin kita sudah mengadakan keliling, tahun ini juga kembali digelar. Untuk rutenya masih dalam pembahasan, tapi kemungkinan besar masih sama seperti tahun kemarin,” ujarnya, dilansir dari laman Pemkab Rembang.
Lebih lanjut, Wabup Hanies menekankan bahwa penyelenggaraan thong-thong lek bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari upaya pelestarian warisan budaya daerah. Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari suasana Ramadan di Kabupaten Rembang.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen menjaga nilai-nilai tradisional dalam pagelaran tersebut. Konsep pertunjukan yang mengedepankan alat musik sederhana dan kreativitas warga tetap menjadi prioritas dibandingkan penggunaan perangkat elektrik atau nuansa modern.
Dengan tetap digelarnya thong-thong lek tahun ini, diharapkan tradisi tersebut tidak hanya terus terjaga, tetapi juga semakin memperkuat kebersamaan masyarakat serta menjadi ruang ekspresi kreativitas warga di bulan suci Ramadan.
Peserta Dibatasi 25 Kelompok...
- 1
- 2



