Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Rembang – Jumlah relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mengalami peningkatan pesat. Di mana, jumlah relawan saat ini mencapai 17 ribu orang dan hal ini merupakan sejarah.

”Relawan sampai 17 ribu, ini belum pernah terjadi di kepengurusan yang lalu. Luar biasa kinerjanya,” kata Wakil Bupati Rembang HM Hanies Cholil Barro’, saat acara halalbihalal dan rapat koordinasi di kantor PMI Rembang, Senin (6/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Gus Hanies mengingatkan potensi kemarau ekstrem yang diperkirakan terjadi mulai April hingga Agustus atau September 2026.

Mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ia menegaskan seluruh pihak, khususnya PMI, tidak boleh lengah dan harus terus meningkatkan kinerja serta kesiapsiagaan.

”Kita tidak boleh terlena. Kita harus terus meningkatkan kinerja. Prediksi BMKG menyebutkan mulai April hingga sekitar Agustus atau September akan terjadi kemarau panjang dan ekstrem. Ini menjadi peringatan bagi kita semua, khususnya PMI,” ujarnya, dilansir dari laman Pemkab Rembang.

Ia menambahkan, kemarau panjang berpotensi memicu berbagai bencana, seperti kekeringan dan kebakaran. Oleh karena itu, PMI diminta tetap hadir di tengah masyarakat sebagaimana saat musim hujan dan banjir.

Wabup juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan BPBD, PDAM, dan instansi terkait lainnya, terutama dalam penanganan dampak kekeringan seperti distribusi air bersih.

”Komunikasi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan sangat penting. Kita harus bersiap karena ke depan kemungkinan akan cukup sibuk, apalagi dampaknya juga akan dirasakan sektor pertanian dan perkebunan,” jelasnya.

Siap Menghadapi Potensi Kemarau... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler