Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menyiapkan penanganan permanen pada titik longsor di ruas jalan Sedangagung-Grawan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan akses transportasi masyarakat tetap aman dan lancar, mengingat lokasi tersebut beberapa kali mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.

Ruas jalan ini cukup strategis dan cukup padat kendaraan karena menjadi akses yang menghubungkan Kecamatan Kaliori dan Sumber.

Bupati Rembang Harno, bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) meninjau langsung kondisi lokasi longsor, Rabu (10/6/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan rencana penanganan yang akan dilaksanakan sesuai dengan kondisi lapangan dan mampu menjadi solusi jangka panjang. Bupati Harno menegaskan, penanganan titik longsor tersebut menjadi prioritas pemerintah daerah.

Ia menginginkan, perbaikan yang dilakukan kali ini dapat memberikan hasil yang lebih optimal sehingga masyarakat tidak lagi terganggu oleh kerusakan jalan di lokasi tersebut.

Menurut Harno, berdasarkan informasi dari DPUTaru, lokasi tersebut telah beberapa kali mendapatkan penanganan. Namun, kondisi tanah yang labil menyebabkan kerusakan kembali terjadi sehingga diperlukan konstruksi yang lebih kuat dan matang secara teknis.

”Sudah empat kali atau lima kali diuruk, ambles lagi, ambles lagi. Nah, ini berusaha sekali ini selesai. Untuk bisa selesai ya harus kuat. Desainnya, pondasinya dalam,” ujar Harno usai meninjau lokasi.

Membangun Dinding Penahan... 

Ia juga meminta tim teknis memastikan kekuatan konstruksi yang akan dibangun. Bahkan, menurutnya, apabila diperlukan dapat dilakukan penguatan tambahan untuk menjamin keamanan struktur dalam jangka panjang.

Harno berharap pekerjaan penanganan longsor tersebut dapat segera dimulai sehingga akses masyarakat kembali aman dan nyaman digunakan.

”Mudah-mudahan tidak lama. Bulan Juni ini kita berusaha bisa mulai dikerjakan,” katanya, dilansir dari laman Pemkab Rembang.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTaru Kabupaten Rembang Nugroho Tri Hutomo menjelaskan, pekerjaan akan diawali dengan pembongkaran tanah yang telah bergeser akibat longsor.

Setelah itu, DPUTaru akan membangun dinding penahan tanah menggunakan konstruksi beton bertulang dengan fondasi strauss pile. Dinding penahan tanah tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 40 meter dengan tinggi sekitar 4 meter.

”Secara teknis nanti kami bongkar dulu tanah yang tergeser itu, kemudian kami pasang dinding penahan tanah. Konstruksinya menggunakan beton bertulang dengan pondasi menggunakan strauss pile,” jelas Nugroho.

Selain itu, DPUTaru juga akan melakukan perbaikan sistem drainase dengan memperbesar dimensi gorong-gorong serta memasang sayap saluran guna mengendalikan aliran air.

Nugroho menjelaskan hasil evaluasi teknis menunjukkan konstruksi penahan tanah yang ada perlu diperkuat agar mampu menahan tekanan tanah dan aliran air secara lebih optimal.

Untuk merealisasikan pekerjaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Rembang menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 juta.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler