Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Tabung ini akan mengalirkan tembakau yang dihisap dengan bantuan panas dari bara briket arang kelapa yang ditaruh di atasnya. Biasanya ada sekitar 4 briket arang kelapa yang terpasang di sana.
Asap tembakau yang dihasilkan dari penghisapan kemudian turun ke bawah dan disaring oleh air yang berada di bagian bawah dan keluar melalui pipa plastik panjang.
Penggunaan media air ini adalah semacam filter untuk mendinginkan dan mengurangi kadar nikotin yang ada di tembakau. Sehingga para penikmat hookah akan merasa segar dengan cita rasa sesuai selera.
[caption id="attachment_159301" align="alignnone" width="2048"]
Menikmati shisha paling seru adalah bareng teman-teman. (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)[/caption]Hookah memiliki sejarah yang panjang. Beberapa literatur menyebutkan jika hookah konon berasal dari India dan sudah ada sejak sebelum bangsa Indian di Amerika menghisap tembakau.
Meski ada yang menyebut hookah berasal dari Persia. Versi lain menyebut hookah berasal dari India dan berkembang pesat di kawasan Arab.
Di kawasan Arab inilah, hookah berubah nama menjadi shisha. Indonesia termasuk penganut nama shisha ini. Dan sebagian kita sering mendefinisikan shisha sebagai rokok Arab.
Pria ini sedang membandingkan cita rasa tembakau shisha satu dengan yang lain. (MuriaNewsCom/Deka Hendratmanto)[/caption]Hookah kini sangat populer di kalangan anak-anak muda Rusia. Ketika restoran dan cafe banyak memberlakukan larangan merokok di dalam, justru hookah banyak tersedia sebagai menu tambahan di restoran dan cafe. Yang unik, tagihan hookah terpisah dengan tagihan makan.Untuk menikmati hookah, kita mesti mengeluarkan duit setara Rp 200 ribu untuk durasi sekitar satu jam."Bisa saja kita menghabiskan satu setengah jam atau dua jam. Tapi rasanya sudah tidak enak. Harus ganti (tembakau) baru. Jadi harus bayar lagi Rp 200 ribu," kata Savridin Kurbanov, seorang Rusia muslim penikmat hookah yang fasih berbahasa Indonesia dan mengaku pernah kuliah di Malang. Reporter: Deka HendratmantoEditor: Deka Hendratmanto
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



