Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPBD Rembang Suharso. Menurut penghitungan ramalan dari BMKG saat ini, wilayah Rembang sudah memasuki musim kemarau.

"Kalau berdasarkan ramalan BMKG, saat ini Rembang memasuki musim kemarau. Sebab musim kemarau itu mulai sejak akhir bulan April lalu. Dan misalkan ini kok hujan, maka kemungkinan musim kemarau juga akan bertambah waktunya," katanya.

Sementara itu menurutnya, dengan adanya hujan lebat selama beberapa hari ini, dimungkinkan masih terdapat perubahan iklim atau musim La Nina. Hanya saja, biasanya kondisi tersebut tak akan bertahan lama.
"Hujan yang deras seperti itu, yang harus diwaspadai. Terutama kepada kondisi alam Rembang. Baik itu terhadap kerawanan bencana, mulai dari longsor hingga angin kencang atau puting beliung," paparnya.Dia menambahkan, seluruh masyarakat diharapkan waspada dan hati hati. Terlebih yang berada di kawasan pantai. "Sebab sewaktu-waktu angin kencang atau angin laut bisa bertiup kencang bercampur dengan hujan lebat,” pungkasnya.Editor : Kholisitiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler