Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam kesempatan itu turut, hadir anggota MPR RI Moh Thomafi Arwani dan Dosen STAIN Kudus Ahmad Atabik sebagai pembicara.

Arwani Thomafi mengatakan, penanaman nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat bahkan di sekolah harus ditingkatkan."Kita mendorong sekali penataan Pedoman, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), baik di masyarakat atau lingkungan sekolah. Sebab, Pancasila itu dahuluhya merupakan hasil rumusan dari ulama, tokoh bangsa sebagai dasar negara kita," paparnya.

Dirinya juga mengkhawatirkan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin maju, justru dapat disalahgunakan oleh oknum untuk bisa menekan tumbuhnya nilai-nilai dalam pengamalan Pancasila.

“Pada saat ini, di tengah kecanggihan teknologi dan kemajuan informasi, justru bisa berbahaya sekali jika tidak diimbangi dengan langkah-langkah antisipasi. Yakni dengan cara sistem Penataran P4. Sebab dengan sistem itu, siswa-siswi dan kalangan masyarakat akan bisa memahami apa itu nilai Pancasila,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, saat ini di lingkungan sekolah maupun masyarakat rawan akan disusupi paham yang tidak sesuai dengan Pancasila dan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)."Sehingga dengan adanya gejolak inilah, saya mengajak aparat desa, TNI/Polri turut mencermati. Dan jika ditemukan paham yang tidak sesuai dengan ajaran agama atau ideology bangsa maka cepat diatasi dan jangan sampai menjalar ke man- mana," bebernya.Sementara itu, pembicara lainnya Ahmad Attabiq mengungkapkan, saat ini banyak negara Islam tercerai berai, karena tidak menghargai perbedaan, tidak menghargai pendapat dan lainnya.“Di negara Indonesia ini, dengan penduduk yang mempunyai agama Islam terbesar di dunia, kondisi persatuannya masih bagus, karena ditopang oleh semangat nilai-nilai Pancasila. Seperti halnya saling menghargai, rasa kebhinekaan masih kokoh tertanam, beda pendapat sebagai masukan pembangunan dan bukan sebagai ancaman,” pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler