Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berdasarkan data yang dihimpun, awalnya Anang bermain bersama temannya di aliran dekat sungai untuk mencari ikan. Kemudian, Anang melihat sesuatu yang dikiranya seekor belut masuk ke dalam sebuah lubang.

Tanpa pikir panjang, tangannya dimasukkan ke dalam lubang tersebut untuk menangkap hewan melata yang dikiranya belut itu. Di dalam lubang itulah, tangan Anang digigit hewan yang ternyata seekor ular berwarna putih hitam sepanjang lengan orang dewasa.

Awalnya Anang tidak merasa sakit atas gigitan ular tersebut. Namun selang beberapa waktu kemudian setibanya di rumah, Anang mulai merasakan sakit pada tangannya.

“Anang yang mengeluh soal sakit di tangannya, mulai menyadari bahwa yang menggigit tangan Anang adalah ular berbisa,” ujar Kepala Desa Kulutan Arindra Setyo, Kamis (15/6/2017).

Rabu siang, sekitar pukul 14.00 WIB bersama kades dan keluarga, Anang dibawa ke pawang ular yang berada di Desa Pasar Banggi Rembang. Namun, menurut sang pawang, kondisi Anang sudah terlambat dalam mendapatkan penanganan, sehingga dilarikan ke RSI Arafah.
“Sekitar jam 15.30 WIB Anang dinyatakan meninggal meskipun sempat mendapatkan perawatan medis,” imbuhnya.Arindra membenarkan jika di desanya sering terjadi kasus orang digigit ular. Namun tidak sampai separah kasus Anang. Ia berharap warga setempat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap sesama anggota keluarga, terutama wilayah bermain anak.“Sebisa mungkin menghindari lokasi yang dekat dengan semak belukar, rawa – rawa maupun sungai yang dicurigai sebagai sarang ular berbisa,” pungkasnya.Jenazah Anang dimakamkan pada hari Kamis (15/6/2017) sekira pukul 10.00 WIB di pemakaman desa setempat.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler