Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Biro Komunikasi PT Semen Indonesia, Sigit Wahono,mengatakan bahwa semula pihaknya mencanangkan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun.
"Berdasarkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), akhirnya proses produksi menjadi molor, baru dimulai semester ke II tahun ini. Sehingga waktu efektif kurang dari setengah tahun. Hal itu mengakibatkan perusahaan mengurangi target, menjadi hanya 1,1 juta ton," katanya.
Sigit menuturkan saat ini kegiatan uji coba pabrik sudah selesai. Namun untuk pasokan bahan tambang mengambil dari lokasi lain yakni di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
"Bahan baku sementara dari daerah lain. Nantinya pabrik semen di Rembang untuk menyuplai pemasaran semen di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, sekaligus menopang pasar Jawa Barat dan Jakarta," paparnya.
Selama ini, daerah tersebut mendapat pasokan semen dari pabrik di Tuban. "Khusus pabrik semen di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akan lebih konsentrasi untuk pemasaran semen di luar Pulau Jawa, termasuk Provinsi Papua," ucapnya.
Pabrik semen di Tuban bisa menembus pasar luar Jawa karena daerah tersebut mempunyai pelabuhan kapal yang memadai.
"Di Tuban, kebetulan fasilitas pelabuhan sudah memadai, sehingga pengiriman barang bisa mengoptimalkan jalur pelayaran laut. Belakangan Presiden Joko Widowo menghendaki harga semen di Papua, harus jauh lebih murah," ungkapnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



