Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Biro Komunikasi PT Semen Indonesia, Sigit Wahono,mengatakan bahwa semula pihaknya mencanangkan  kapasitas produksi 3 juta ton per tahun.

"Berdasarkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), akhirnya proses produksi menjadi molor, baru dimulai semester ke II tahun ini. Sehingga waktu efektif kurang dari setengah tahun. Hal itu mengakibatkan perusahaan mengurangi target, menjadi hanya 1,1 juta ton," katanya.

Sigit menuturkan saat ini kegiatan uji coba pabrik sudah selesai. Namun untuk pasokan bahan tambang mengambil dari lokasi lain yakni di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

"Bahan baku sementara dari daerah lain. Nantinya pabrik semen di Rembang untuk menyuplai pemasaran semen di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, sekaligus menopang pasar Jawa Barat dan Jakarta," paparnya.

Selama ini, daerah tersebut mendapat pasokan semen dari pabrik di Tuban. "Khusus pabrik semen di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akan lebih konsentrasi untuk pemasaran semen di luar Pulau Jawa, termasuk Provinsi Papua," ucapnya.

Pabrik semen di Tuban bisa menembus pasar luar Jawa karena daerah tersebut mempunyai pelabuhan kapal yang memadai.

"Di Tuban, kebetulan fasilitas pelabuhan sudah memadai, sehingga pengiriman barang bisa mengoptimalkan jalur pelayaran laut. Belakangan Presiden Joko Widowo menghendaki harga semen di Papua, harus jauh lebih murah," ungkapnya.
Sejauh ini, harga semen di luar Jawa khususnya di Papua bisa mencapai Rp 70 hingga Rp 80-an ribu per saknya. Ketika sampai Sorong, Papua, harga semen per sak hampir sama dengan harga di Pulau Jawa, yakni Rp 70 ribu per sak.Tapi bila dari Sorong menuju daerah lain seperti Wamen, dan Merauke yang tidak bisa ditempuh dengan jalur darat, maka harga semen bisa lebih tinggi. Semen diantar pakai pesawat. Maka harga semen per saknya bisa mencapai ratusan ribu atau ada juga yang mencapai sekitar Rp 1 juta.Sementara itu, untuk bisa memasok dengan mudah, pihaknya saat ini sudah ada koordinasi antar BUMN, supaya lalu lintas darat dibenahi dulu, guna memperlancar distribusi barang. Editor : Akrom Hazami  

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler