Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu dilakulan untuk bisa memberikan materi terkait penekanan angka kelahiran di Kota Garam tersebut.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, bahwa sebenarnya tugas PPKBD ini sangat mulia sekali. Sebab mereka bertugas tanpa adanya gaji yang memadai. Padahal, membina seseorang untuk bisa menekan angka kelahiran memang sangat sulit.

"Dengan adanya PPKBD ini saya berharap supaya mereka bisa memberikan pembinaan, pengertian, pendidikan  kepada masyarakat supaya bisa mempunyai planning untuk KB. Sehingga angka kelahiran di Rembang bisa ditekan," paparnya.

Sementara itu Kepala Dinsos-PPKB Rembang Dwi Wahyuni mengatakan, bahwa kader PPKBD tersebut sangat bermanfaat sekali. Mereka bisa membina para remaja, keluarga dan lansia supaya bisa hidup KB."Tugas mereka tentunya bisa membina remaja supaya tidak menikah dini. Membina agar para keluarga bisa menjalankan program keluarga berencana, dan lansia juga bisa selalu diiberikan pembinaan terhadap KB yang baik," paparnya.Dia menambahkan, PPKBD ini bisa ikut serta menekan angka kelahiran anak. Terlebih yang berada di Rembang. "Sebab angka kelahiran anak di Rembang tergolong tinggi. Selain itu, mereka juga menggelar berbagai kegiatan di desa tempat mereka tugas supaya apa yang mereka sampaikan tentang KB bisa diserap masyarakat," pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler